Bisnis Waralaba Indonesia | Mau GAGAL atau SUKSES?


Bisnis WARALABA MURAH tidaklah MURAH di INDONESIAbanyak pertimbangan bisnis yg harus dikaji supaya bisnis waralaba yg anda jalankan bisa sukses dan menangguk untung besar yg melimpah.

Sudah banyak tutorial peluang bisnis yg mengajarkan cara sukses berbisnis waralaba, tapi tidak menyajikan faktor kegagalan bisnis yg relatif berbiaya mahal ini…

Waralaba Mc Donald Indonesia Waralaba Pizza Hut Indonesia
Waralaba Burger King

Simaklah info bisnis terbaru: Faktor kegagalan bisnis waralaba berikut ini, supaya anda tidak terjebak dengan iming2 bisnis waralaba murah…. 🙂

Banyak orang menyangka berbisnis waralaba murah merupakan langkah pasti menuju sukses. Tapi pada kenyataannya, banyak alasan yang membuat bisnis waralaba berakhir tidak seperti yang diperkirakan. Banyak faktor kegagalan bisnis yg tidak diketahui dgn jelas.

Berikut ini terdapat beberapa pertimbangan yang bisa anda kaji sebelum terjun langsung ke bisnis waralaba.

Faktor penyebab bisnis waralaba mengalami kegagalan

1. Modal awal dan royalti waralaba yang cukup tinggi

Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba.
Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald’s, anda harus punya lokasi bisnis sendiri (sewa maupun milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald’s berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee waralaba yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang hak waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Waralaba Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Waralaba Dunkin’ Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Jika dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

2. Biaya bahan baku waralaba yang mahal

Untuk anda bisa tetap menjalankan berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensi waralaba-nya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan ‘spesial’ dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot untung besar.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak waralaba anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

3. Minimnya Modal Waralaba

Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan (modal waralaba) yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai bisnis waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

4. Minimnya kontrol lokasi bisnis

Beberapa pebisnis waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai Mc Donald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba Mc Donald memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba Mc Donald di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah. Peluang bisnisnya tentu lebih sempit.

5. Kurang kreatif

Sebuah waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai baju seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri dan punya banyak ide kreatif, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

6. Pemilik waralaba kurang mengenal daerah baru

Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi bisnis. Pasalnya, lokasi bisnis waralaba memang sangat menentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi bisnis yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi usaha.

Contohnya waralaba Pizza Hut. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia penduduk di lokasi tersebut.

Salah besar jika anda membuka gerai Pizza Hut di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua. Peluang bisnisnya lebih terbuka, pangsa pasar sudah pasti ada.

Riset seperti inilah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralabalah yang bertugas untuk melakukan riset lokasi bisnis ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat.

Kesimpulan:

Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, carilah info bisnis terbaru tentang waralaba dan banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, istilah dan seluk beluk bisnis waralaba, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba.

Jadi, pastikan anda tahu risiko bisnis dan faktor kegagalan serta peluang bisnis waralaba sebelum membuka usaha waralaba…

Print Friendly

Lihat Juga:  Desainer Grafis GAJI TINGGI

About Novaro

Aktif di Bisnis Percetakan - JUAL BELI Mesin Cetak - Viral Merketing - Graphic Design dan Website Developing. Lihat Profilku...
Tagged bisnis waralaba, burger king, faktor kegagalan bisnis, franchise fee, info bisnis terbaru, lokasi bisnis, modal waralaba, peluang bisnis, pemegang lisensi waralaba, pemilik waralaba, royalti waralaba, waralaba indonesia, waralaba mc donald, waralaba murah, waralaba pizza hut. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*