Prospek Bisnis Media Massa Indonesia

Bisnis media massa di Indonesia terus berkembang secara pesat. Prospek bisnis dan peluang usaha media massa ini meliputi bidang media cetak, media elektronik dan media massa online – masih terbuka luas pangsa pasarnya…

Bisnis media massa | Koran Indonesia

Nah, bagaimana prospek bisnis media massa di Indonesia terkini…?!? Simak review bisnis berikut ini…

Perekonomian Indonesia berubah dari hampir tidak ada industri di tahun 1965 menjadi produsen baja, aluminium, dan semen pada akhir tahun 1970. Berdasarkan info bisnis terbaru, selama lima belas tahun atau lebih terakhir dari abad ini, konsumen barang dan produk kertas yang diproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan dari kelas menengah.

Menurut review bisnis beberapa kalangan riset terkemuka, pada pertengahan dekade 1990-an, Indonesia menjadi peringkat ketiga belas di antara negara di dunia, tepat di belakang Kanada dalam hal produksi kertas dunia, khususnya pengadaan kertas untuk mendukung bisnis media massa di Indonesia.

Sebelum pembangunan pabrik kertas koran yang menjadi cikal bakal booming media massa, pada 1980-an dan 1990-an, produksi surat kabar dalam kondisi parah oleh karena keinginan pemerintah untuk membatasi pengeluaran devisa untuk pembelian kertas koran.

Jumlah terbatas didatangkan bebas dari pajak impor dan dialokasikan untuk berbagai surat kabar (koran), ditentukan oleh Serikat Penerbit Suratkabar (SPS, asosiasi penerbit koran).

Kelebihan penjatahan kertas koran harus dibeli di pasar terbuka dengan pajak impor 20 persen. Lebih jauh, pada tahun 1978 devaluasi terhadap rupiah sangat mempengaruhi perjuangan para penerbit koran. Hal ini menyebabkan meningkatnya biaya produksi kertas koran sebesar 50 persen dan mendorong naiknya harga koran, yang menyebabkan penurunan sirkulasi media massa cetak ini. Harga pasang iklan juga dinaikkan. Akibatnya, banyak penerbit koran lemah yang bangkrut, sementara pabrik kertas yang lebih besar menjadi lebih kuat.

Karena adanya hambatan untuk penerbitan koran dan majalah pada akhir 1990-an, dengan persyaratan mendapatkan lisensi disingkirkan, bisnis penerbitan mulai terlihat sebagai kesempatan yang terbuka lebar untuk dunia bisnis media cetak. Pada tahun 2001, sekitar 1.100 publikasi yang terdaftar.

Namun, jumlah yang beredar sebenarnya setelah itu menurun drastis sebagai kekuatan pasar bisnis media massa mengambil mereka sebagai korban. Tabloid pertama mulai muncul di tahun 1998, dan merupakan sekitar seperempat dari jumlah surat kabar yang diterbitkan pada tahun 2002.

Pada tahun 1999, ada 81 pabrik kertas di Indonesia yang memproduksi 2,1 juta ton kertas cetak dan kertas koran. Konsumsi kertas domestik (semua jenis) adalah 16,5 kilogram per kapita pada tahun 2000. Berdasarkan info bisnis terbaru Indonesia diperkirakan akan terus memainkan peran lebih besar dalam pasokan kertas Asia, karena sebagian besar negara di Asia, kecuali Indonesia, telah habis hutannya.

Bisnis media massa di Indonesia ke depan akan tumbuh dengan subur mengingat kontribusinya yang sangat besar selama ini untuk menyajikan berita lokal, nasional ataupun internasionl, sebagai sarana pelengkap pendidikan rakyat dan upaya pencerdasan bangsa yang efektif.

Print Friendly, PDF & Email

Related Post:

About Novaro

Aktif di Bisnis Percetakan - JUAL BELI Mesin Cetak - Viral Merketing - Graphic Design dan Website Developing. Lihat Profilku...
Tagged bisnis media cetak, bisnis media massa, info bisnis terbaru, kertas koran, media cetak, media elektronik, media massa, media online, peluang bisnis media massa, peluang usaha, penerbit, produk kertas, prospek bisnis, review, review bisnis, usaha penerbitan. Bookmark the permalink.

One Response to Prospek Bisnis Media Massa Indonesia

  1. Pingback: Lowongan Kerja 2017 TERBARU Percetakan | mesinpercetakan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − three =